Bibit Pohon Buah Agar Selalu Sehat dan Menghasilan Buah

Terkadang kita merasa ketika sudah menanam bibit pohon buah sesuai selera maka pohon tersebut akan tumbuh dan menghasilkan buah dengan sendirinya tanpa perlu kita rawat dengan baik setiap harinya. Tentu hal tersebut perlu dikhawatirkan, karena apakah mungkin jika kita membiarkan dan tidak merawat tanaman lalu kita mengharapkan panen buah yang segar?

Oleh karena itu jika kita menginginkan panen buah yang lezat maka kita juga perlu berkorban untuk merawat pohon buah yang kita tanam. Sebenarnya tidak sulit untuk merawat bibit pohon buah agar selalu sehat dan kita dapat menikmati hasil buah yang lezat lho.

Biasanya kita menganggap remeh jika merawat bibit tanaman hasil mencangkok atau stek, karena secara sekilas tampak mudah. Bibit tanaman hasil mencangkok memang terlihat kuat dari segi perakarannya, namun jika dengan perawatan yang seadanya tentunya akan membuat pertumbuhannya tidak maksimal dan bisa mudah terserang hama penyakit lho.

bibit pohon buah
Tips Menjaga Bibit Pohon Buah Agar Selalu Sehat

Untuk itu terdapat beberapa tips yang dapat Anda lakukan dan perhatikan agar bibit tanamanmu selalu sehat hingga menghasilkan buah yang lezat. Ini dia tips yang bisa Anda coba untuk mendapatkan hasil tanaman atau pohon yang maksimal.

1. Lubang tanam pada pohon

Tips pertama yang harus Anda perhatikan adalah ketika akan memindahkan bibit pohon tanaman ke dalam lubang tanam. Waktu terbaik yang dilakukan yaitu saat bibit sudah mencapai tinggi sekitar 0,5 sampai 1,5 meter. Beda tinggi pohon maka beda pula lebar lubang tanam yang akan Anda buat ya. Biasanya untuk bibit dengan tinggi 0,5 meter Anda bisa membuat lubang tanam dengan ukuran 50x50x50 cm. Jika tinggi bibit pohon Anda sudah mencapai 1 meter maka memerlukan lubang tanam berukuran kira-kira 100x100x100 cm.

Jangan terburu-buru saat Anda akan memasukkan bibit pohon buah ke dalam lubang ya, Anda harus membersihkan terlebih dahulu lubang tersebut agar terhindar dari bebatuan ataupun sampah baik daun-daunan maupun plastik. Kemudian Anda baru bisa memasukkan pupuk fosfat berupa Rock Phosphat (RP), Triple Super Phosphat (TSP) ataupun Super Phosphat 36 (SP36) yang bermanfaat untuk membuat pertumbuhan akar pohon Anda lebih kuat.

Anda bisa masukkan 100 gram fosfat untuk bibit tumbuhan setinggi 0,5 meter, untuk bibit setinggi 1 meter Anda cukup masukkan 150 gram fosfat, dan untuk bibit setinggi 1,5 meter masukkan fosfat sebanyak 200 gram. Setelah itu Anda dapat melepaskan plastik polybag pada bibit pohon buah secara hati-hati dan masukkanlah bibit tersebut ke dalam lubang tanam yang telah Anda buat.

2. Tanah untuk menutupi lubang tanam

Lubang tanam yang Anda buat tidak mungkin jika dibiarkan tanpa adanya tanah yang menutupi bukan? Nah, untuk itu Anda memerlukan campuran pupuk kandang dengan tanah yang digunakan sebagai penutup lubang tanam yang kmau buat. Alangkah baiknya jika Anda menggunakan tanah yang gembur untuk membuat perakaran dapat tumbuh dengan leluasa. Jangan khawatir Anda bisa menggunakan tanah lain untuk dijadikan media tanam jika Anda merasa tanah tersebut kurang baik juga lho.

Untuk haisl pertumbuhan yang lebih baik, Anda juga mencampurkan tanah yang gembur dengan pupuk kandang dan juga pupuk fosfat yang diaduk rata. Kemudian, Anda masukkan campuran tanah tersebut sampai setinggi batas leber bibit pohon buah yang Anda tanam, selanjutnya padatkan tanah yang ada disekitarnya agar bibit tidak miring. Pemadatan yang Anda lakukan ini tidak membuat tanah yang ada di dalam menjadi padat, karena campuran tanah tersbeut sudah cukup gembur dan juga cocok untuk pertumbuhan tanaman Anda.

3. Perhatikan kadar pH tanah

Selanjutnya yang perlu Anda perhatikan dari tips merawat bibit pohon buah yaitu kadar keasaman pada tanah yang sangat memepengaruhi pertumbuhan tanamanmu. Tanah yang memiliki tingkat asam yaitu tanah dengan pH rendah (pH<7), yang memiliki kandungan Aluminium (AL), Besi (Fe), dan juga Mangan (Mn) yang tentunya cukup banyak sehingga dapat meacuni tanaman dan mengikat unsur-unsur hara yang masih sangat diperlukan tanaman contohnya seperti Fosfor (P), Kalium (K), Magnesium (Mg), Molibdenum (Mo) dan juga Sulfur (S).

Sedangkan tanah yang bersifat basa yaitu dengan kadar pH yang tinggi (pH>7) dapat mengakibatkan fosfor banyak diikat oleh Kalsium (Ca) dan juga unsur mikro Molibdenum (Mo) menjadi sangat banyak. Hal tersebut bisa meracuni tanaman sehingga dapat menetralkan kadar pH tanah sangat diperlukan agar unsur-unsur hara dapat larut dalam air dan mampu diserap oleh tanaman.
Jika Anda ingin menetralkan pH tanah yang asam maka Anda bisa menggunakan pengapuran dengan menaburkan kapur dolomit ke tanah, sedangkan jika untuk pH tanah yang basa Anda bisa menambahkan belerang. Jika Anda merasa kesulitan untuk mengetahui tingkat ke asaman tanah yang Anda gunakan untuk menanam bibit pohon buah maka Anda bisa tanyakan kepada orang yang lebih ahli.

4. Lakukan penyiraman sesuai aturan

Salah satu hal yang terpenting dan sangat mudah dilakukan ketika kita menanam bibit pohon buah adalah menyirami. Penyiraman pada tanaman adalah hal yang sangat umum dalam merawat tanaman Anda. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kualitas dan kuantitas air untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Penggunaan air sumur merupakan cara terbaik untuk menyirami tanaman karena air sumur mengandung zat-zat yang sangat diperlukan oleh tanman. Tetapi jika Anda menggunakan air ledeng atau air hujan, Anda harus mengendapkan selama 12 sampai 14 jam terlebih dahulu karena biasanya air tersebut mengandung zat-zat lain seperti kaporit yang kurang baik untuk tanaman. Jika Anda menggunakan air sungai sebenarnya tidak masalah, akan tetapi Anda harus pastikan air sungai yang gunakan sudah terjamin kebersihannya atau belum.

Terdapat aturan yang tepat dalam menyirami tanaman Anda, jika untuk jenis tanaman yang bisa hidup di dalam ruangan biasanya tidak memerlukan banyak air karena penguapan di dalam ruangan akan lebih sedikit dari pada tanaman yang berada di luar ruangan. Karena kuantitas penyiaraman tergantung dari jenis tanamanannya dan pastikan juga air mengaliri semua bagian tumbuhan, khususnya bagian daun-daunnya agar tampak segar dan juga memperlancar proses fotosintesis. Waktu yang dianjurkan saat penyiaraman terbaik adalah saat pagi hari sebelum pukul 09.00 dan sore hari setelah pukul 16.00.

5. Pangkas cabang tanaman

Tips selanjutnya yang harus Anda lakukan untuk menghindari hama yaitu dengan cara memangkas atau memotong pada bagian cabang tanaman. Tidak hanya membuat tampilan tanaman Anda tampak lebih rapi, tetapi juga bisa memutuskan siklus hama sehingga membuat tanaman Anda lebih terjaga dari serangan hama. Manfaat lainnya yaitu bisa juga untuk memicu pertumbuhan bunga-bungan baru yang nantinya akan menjadi bakal buah tanaman Anda. Semoga tips merawat bibit pohon buah bermanfaat, selamat mencoba.